Kekayaan dan Kehinaan Yang Nyata



Kekayaan dan Kehinaan Yang Nyata

Rasulullah saw berpesan kepada Amiril Mukminin Ali bin Abi tholib as,

يَا عَلِي، قِلَّةُ طَلَبِ الحَوَائِجِ مِنَ النَّاسِ هُوَ الغِنَى الحَاضِرُ وَكَثْرَةُ الحَوَائِجِ إِلَى النَّاسِ مَذَلَّةٌ وَهُوَ الفَقْرُ الحَاضِرُ

“Wahai Ali ! Sedikit meminta kepada manusia adalah kekayaan yang nyata, dan banyak meminta kepada manusia adalah kehinaan dan kemiskinan yang nyata.”

Sumber : Tuhaful Uqul