Menakar Kebaikan Diri dari Condongnya Hati



Menakar Kebaikan Diri dari Condongnya Hati

Imam Muhammad Al-Baqir as berpesan,

إِذَا أَرَدْتَ أَنْ تَعْلَمْ أَنَّ فِيْكَ خَيْرًا، فَانْظُرْ إِلَى قَلْبِكَ

Bila engkau ingin mengetahui apakah ada kebaikan dalam dirimu maka lihatlah kedalam hatimu…

فَاِنْ كَانَ يُحِبُّ أَهْلَ طَاعَةِ اللَّهِ وَيَبْغُضُ أَهْلَ مَعْصِيَتِهِ فَفِيْكَ خَيْر: وَاللَّهُ يُحِبُّكَ

Jika hatimu menyukai orang-orang yang taat kepada Allah dan tidak menyenangi orang-orang yang bermaksiat kepada-Nya, maka ada kebaikan dalam dirimu. Dan Allah mencintamu..

وَإِذَا كَانَ يَبْغُضُ أَهْلَ طَاعَةِ اللَّهِ وَيُحِبُّ أَهْلَ مَعْصِيَتِهِ فَلَيْسَ فِيْكَ خَيْر : وَاللَّهُ يَبْغُضُكَ، وَالْمَرْءُ مَعَ مَنْ أَحَبَّ

Dan jika hatimu tidak senang dengan orang-orang yang taat dan suka terhadap ahli maksiat maka tidak ada kebaikan dalam dirimu. Itu artinya Allah tidak senang kepadamu. Karena seseorang itu bersama yang ia cintai !

Sumber : Usul Al-Kafi.

NB : Tentunya tidak senang kepada ahli maksiat adalah tidak senang dengan perbuatannya.