Ruqayyah, Gugur Dalam Pelukan Kepala Sang Ayah



Ruqayyah, Gugur Dalam Pelukan Kepala Sang Ayah

Hanya berjarak 50 tahun pasca wafatnya Nabi, cucu beliau yang bernama Alhusain dibantai, kepala sucinya dipenggal dan ditancapkan diatas tombak.

Kepala suci itu dipertontonkan di barisan paling depan sebagai penanda datangnya tawanan putri-putri Rasul yang tersisa di Karbala.

Perjalanan tawanan putri-putri Nabi telah sampai ke pusat pemerintahan Yazid di Damaskus. Puluhan kota telah mereka lalui dengan bermacam penghinaan dan kekejian, seakan mereka lupa cucu siapa yang berada dalam rombongan tawanan ini.

Pesta Yazid merayakan kemenangannya dalam membantai keluarga Nabi terus bergulir. Tarian, arak dan monyet kesayangannya terus menghidupkan suasana di istana megahnya.

Tiba-tiba terdengar suara teriakan anak kecil berusia 4 tahun dari rombongan tawanan keluarga Nabi saw. Anak itu menjerit, histeris dan mencari-cari ayahnya.

“Ayah… Ayah.. Dimana ayahku?” jeritnya.

Zainab adik Alhusain berusaha memeluk dan menenangkan keponakannya.

“Bibi, mana ayahku?

Dimana ayahku?

Dimana ayahku?” jerit Ruqoyah bertanya pada bibinya.

Ternyata putri Alhusain ini baru bermimpi didatangi oleh Ayahnya. Saat terbangun ia menangis histeris dan mencari-cari ayahnya.

Teriakan ini mengganggu pendengaran Yazid yang sedang berpesta.

“Suara apa ini ? Lihatlah, siapa yang membuat kegaduhan ini !” Teriak Yazid.

Prajuritnya segera memantau keadaan para tawanan, lalu melapor kembali kepada Yazid.

“Duhai tuanku, kegaduhan ini berasal dari salah seorang putri Husain yang menangis ingin bertemu dengan ayahnya.” prajurit Yazid memberikan informasi.

“Kenapa kalian diam? Pertemukan anak itu dengan ayahnya ! Bawa kepala Husain kepadanya !” perintah Yazid.

Jeritan Ruqoyah sejenak terhenti ketika melihat pasukan Yazid membawa sebuah kotak besar kehadapannya. Balita ini tak mengerti apa yang dibawa oleh mereka. Kotak itu diletakkan persis dihadapannya kemudian dibuka.

Seketika tangis Ruqoyyah terhenti..
Jeritannya hilang..
Setiap mata memandang kotak tersebut..

Ya..
Ruqoyyah bertemu dengan ayahnya..
Yang tinggal kepala..

“Ayahku…” bisik Ruqoyyah dari kejauhan.

Tiba-tiba balita ini meloncat dan memeluk kepala ayahnya.

Pemandangan yang begitu memilukan ini semakin menambah kepedihan hati para tawanan putri-putri Rasulullah saw.

Zainab berusaha melepas anak itu dari kepala ayahnya namun ternyata Ruqoyyah kecil telah tak bernyawa, menyusul ayahnya tercinta.

Inna lillah wa inna ilaihi Roji’un…

Salam atas putri-putri Nabi yang kelaparan…
Salam atas putri-putri Nabi yang kehausan…
Salam atas putri-putri Nabi yang terasingkan…
Salam atas putri-putri Nabi yang dihinakan…